Hassan-i Sabbah
Hassan-i Sabbah, seorang panglima, ulama, dan pemimpin tarekat dari Persia pada abad ke-11 masehi. Ia awalnya merupakan sosok yang dipercaya utnuk melaksanakan misi kenegaraan bagi Turki Seljuk, tetapi tak lama kemudian menentang langsung rezim tersebut karena adanya rasa keterasingan yang dirasakan warga Persia dari kepemimpinan Turki Seljuk.
Selain itu, salah satu petinggi rezim, Nizam al-Mulk, menjalankan sentimen anti-Ismailiyyah dan menentang doktrin taklim yang merupakan ajarah sentral dari Nizar Ismailiyyah, di mana Hassan lah yang kemudian menjadi pemimpinnya. Dalam memimpin ajarannya, Nizar Ismailiyyah, Hassan mendapatkan banyak pengikut dan kemudian mencanangkan tujuannya untuk mendapatkan basis yang kuat di Benteng Alamut, jauh di ketinggian Pegunungan Elburz.
Peristiwa itu, kemudian dikenal sebagai
Penaklukan Alamut, merupakan salah satu catatan penting dalam sejarah.
Hassan, yang saat itu sudah memiliki banyak pengikut di antara
orang-orang Persia, mengajak seluruh masyarakat di sekeliling
Alamut—mayoritas Syiah Ismailiyyah—untuk memberontak melawan Turki. Ia
kemudian dengan hati-hati melakukan ekspedisi infiltrasi ke dalam
jantung pertahanan kota di Alamut. Rakyat Alamut sendiri banyak yang
mendukung Hassan. Ketika Hassan akhirnya muncul di hadapan penguasa
setempat untuk merebut tahta, sang penguasa menyuruh para penjaganya
untuk menangkap dan mengusir Hassan, tetapi mereka justru berbalik arah
dan menetapkan kesetiaannya pada Hassan. Seluruh proses, mulai dari
perencanaan sampai jatuhnya benteng ke tangan Hassan, berjalan tanpa
adanya banyak pertumpahan darah.
Dalam penaklukan tersebut, juga dalam ekspedisi-ekspedisi Hassan yang lain, ia dibantu oleh pasukannya yang dinamakan Hashashin atau Assassiyun (أساسيون, mereka yang setia pada keyakinannya), akar etimologi dari kata “assassin” seperti yang kita kenal sekarang.

Comments
Post a Comment